Rabu, 30 Januari 2019

Peran Suami Istri dalam Rumah Tangga



QS An-Nisa ayat 34 :
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya : Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Suami sebagai kepala rumah tangga bertanggung jawab penuh lahir dan bathin berhasilnya membangun sebuah rumah tangga sangat – sangat tergantung kepada kebijakan suami sebagai kepala rumah tangga. Suami menentukan kebahagian lahir dan bathinnya, oleh sebab itulah secara tegas dalam surat Annisa ayat 34.
Oleh sebab itulah dalam islam tuntunan, warisan laki – laki mendapat 2 (dua) bagian sedangkan istri mendapatkan 1 (satu) bagian. Apapun yang dilakukan seorang suami terhadap istrinya harus dapat dipenuhi, dilaksanakan sepanjang tidak melewati hukum yang telah digariskan oleh Agama. Laki – laki boleh menikah dengan wanita pilihan yang lain meskipun beda Agamanya, sedangkan wanita muslimah tidak boleh menikah dengan laki – laki pilihan yang beda Agama.
Ada 4 (empat) kewajiban pokok agama yang harus dilakukan seorang istri sesuai sabda Nabi Muhammad SAW antara lain :
1. Seorang istri harus selalu mendirikan sholat 5 (lima) waktu, kecuali bila berhalangan.
2. Seorang istri harus melaksanakan ibadah puasa Ramadhan secara penuh, kecuali bila berhalangan/sar’i harus segera diqodho.
3. Seorang istri harus taat kepada suaminya sepanjang tidak melanggar aturan agamanya.
4. Seorang istri harus menjaga kehormatannya sepanjang hayat masih di kandung badan.
Dikatakan oleh “Rasullah SAW, bila ke 4 (empat) dapat dipenuhi, beliau mengatakan masuklah hai kaum istri kedalam surganya Allah dari pintu mana saja yang kamu kehendaki.
Disamping ke 4 (empat) kewajiban pokok Agama ada kewajiban – kewajiban lain yakni:
1. Istri sebagai seorang ibu, sebagai seorang pendidik sebagai seorang guru (digugu dan dirungu) , dan di bawah telapak ibulah ditentukan surganya. Karena itulah selalu menjadi contoh teladan, pioner dalam rumah tangganya agar selalu menciptakan situasi kondisinya yang mengembirakan yang hidup, yang segar dan asri.
2. Seorang istri kunci, pondasi, pendidikan putra – putrinya di masa yang akan datang. Masa depannya sangat diwarnai oleh peran – peran di rumah tangga.
3. Seorang istri bersama suami harus mampu menciptakan kondisi yang menyenangkan yakni, menciptakan surga didalam situasi apapun.
Secara umum yang harus dilakukan suami istri dalam rumah tangga yang sakinah, mawadah dan warahmah ada beberapa persyaratan – persyaratan lainnya yang harus dilakukan oleh suami istri antara lain :
1. Harus saling mengerti
a. Mengerti latar belakang dari masing - masing
b.mengerti diri sendiri, siapa aku, dari mana aku, dan mau kemana aku…….(man ana, wamin aina, waila aina).

2. Harus saling menerima
a. terimalah dia sebagaimana apa adanya (nerimo)
b. terimalah hobby dan kesenangannya (tentunya yang baik – baik)
c. terimalah keluarganya, apa adanya.

3. saling menghargai
a. menghargai perkataan dan perasaannya yakni, pendapatnya
b. bakat dan keinginannya yakni, cita - citanya
c. menghargai keluarganya, apa adanya

4. Harus saling mempercayai
a. percaya akan pribadinya
b. percaya akan kemampuannya, yakni kelebihan - kelebihannya

5. Harus saling mencintainya
a. mencintai dan menyayanginya sepanjang hayat dkandung badan
b. lemah lembut dalam bicara/berahlakul
karimah
c. selalu menjaga kelestariannya.
d. jangan coba – coba membanding – bandingkan dengan yang ia tidak suka.

5 (lima) hal yang bila dilihat oleh siapapun dan kapanpun akan mendapatkan pahala berlimpah apa lagi bila mana mengamalkan atau menjalankan sebagaimana mestinya :
1. Melihat Ka’bah
Hanya melihat Ka’bah di Masjidil Haram Mekkah Al – Mukarramah mendapat pahala besar,apalagi bila melaksanakan Thawaf, Sholat dan Berdo’a akan mendapatkan pahala – pahala dan mendapatkan beberapa derajat dari Allah SWT (hadits Rasullah SAW.)
2. Melihat Kitab Suci Al – Qur’an
Mendapatkan pahala besar apalagi bila dapat membacanya, berlebih – lebih mengerti artinya dan mengamalkannya akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT.
Banyak membaca Al – Qur’an merupakan syarat mutlaq, keberkahan dalam berumah tangga dengan diiringi sholat – sholat sunnah. Maka dianjurkan setiap muslim/mukmin dalam rumah tangganya harus mempunyai Al – Qur’anul Karim sebagai kitab sucinya
3. Melihat Bapak/Ibunya baik kandung ataupun mertua
Hal ini akan mendapatkan pahala besar, berlebih – lebih menghormatinya, menyantuninya, sebaik mungkin, menghindari ucapan – ucapan yang menyakitkan akan dilipat gandakan pahala dan keberkahan – keberkahan dalam rumah tangga.
4. Melihat guru, ustadznya atau siapa saja yang berjasa memberikan kecerdasan (suami/istri) akan mendapatkan pahala besar, berlebih – lebih mengamalkannya apa – apa yang diajarkannya akan mendapatkan pahala dan keberkahan dalam rumah tangganya.
5. Saling melihat suami istri pandang memandang, suami/istri mendapatkan pahala besar, berlebih – lebih menghormatinya, menyantuninya dan ataupun memberikan nafkah baik lahir maupun bathin akan mendapatkan pahala yang besar dan keberkahan yang tidak putus – putusnya.
Dari rumah tangga Sakinah, Mawadah dan Warahmah, inilah akan melahirkan kader-kader bangsa, pemimpin-pemimpin umat yang akan datang yang cerdas dan penuh pengertian membawa rahmatan lil alamin.
Ikhlas inilah penentu segalanya yakni, menerima apa adanya namun bila, ada satu lain hal, mungkin kesalah pahaman hingga menjadi bentrok kurang sepaham atau tidak sepaham maka harus adanya upaya-upaya untuk ingin mencari titik temunya di barengi dengan sholat istiqoroh, jangan sampai selisih paham di tampakkan kepada masyarakat berlebih-lebih ditampakkan kepada anak-anak dan keluarga selingkarnya (wa’asiruhunna bil ma’ruf).
Semoga Bermanfaat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar