Selasa, 29 Januari 2019

Khutbah Idul Fitri 1 Syawal 1430 H

 

Allahu akbar 3x Walillahilhamd
Kaum muslinin dan muslimat yang dimuliakan Allah
Yang ditunggu telah bertemu, yang dikenang telah datang, hari Idul Fitri telah tiba di hadapan kita. Alhamdulillah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT Zat yang menentukan kita berhari raya pada hari ini, sesudah sebulan lamanya kita menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

Allahu akbar 3x Walillahilhamd
Hari ini adalah hari kemenangan yang gemilang, kemenangan dari pertempuran yang maha dahsyat, yaitu pertempuran melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang senantiasa merongrong dan menghambat kita dalam melaksanakan ibadah kepada Allah yang maha kuasa.
Hawa nafsu yang senantiasa ingin merusak hubungan antara makhluk dengan kholiknya dan hubungan antara manusia dengan sesama makhluk.
Karena itulah kita wajib mengendalikan hawa nasfsu, kita wajib menjinakan hawa nafsu. Puasa sebulan yang baru saja kita lakukan, diantaranya berfungsi untuk mengendalikan dan menjinakan hawa nafsu. Dengan mengendalikan hawa nafsu, derajat manusia akan meningkat, jiwanya akan suci. Sebaliknya dengan menuruti hawa nafsu, hubungan manusia dengan Tuhannya akan menjadi retak. Lantaran hawa nafsulah dunia ini selalu ribut dan kacau. Karena hawa nafsu, perang saudara dapat berkobar. Karena hawa nafsu, ketaatan anak pada orang tuanya menjadi hilang, karena hawa nafsu kawan menjadi lawan. Karena hawa nafsu terjadi hasud menghasud antara kawan sekerja. Karena hawa nafsu pertengkaran antara tetangga tidak bisa dihindarkan. Karena hawa nafsu seseorang melakukan korupsi, perampokan, pembunuhan. Karena hawa nafsu persatuan dan kesatuan ummat Islam belum dapat diwujudkan. Karena hawa nafsu pulalah seorang pejabat ”memakan” rakyatnya, hanya untuk kepentingan pribadinya semata.
Itulah dahsyatnya bujuk rayu hawa nafsu tepat apa yang dikatakan oleh seorang penyair yang dikutip oleh Sayid Abdullah Al-Hadad :
Ketahuilah nafsu olehmu, jangan kamu anggap enteng bahayanya. Karena nafsu itu lebih buruk dari pada tujuh puluh setan (dikutif dari kitab Risalatul Mu’awanah).
Karena begitu hebatnya bahaya yang timbul akibat mengikuti hawa nafsu, maka nafsu yang berada pada diri kita harus dapat dikendalikan, harus kita jinakan, harus kita kuasai, bukan sebaliknya, justru kita dikalahkan dan diperbudak oleh hawa nafsu. Kalau terjadi demikian jelas kita akan celaka. Seorang ulama ahli Hadits terkenal, Al-Hafizh Ibnu Hajar yang wafat tahun 852 H berkata :
Bahagialah bagi orang yang akalnya sebagai penguasa dan hawa nafsunya bagaikan tawanannya dan celakalah bagi orang yang hawa nafsunya sebagai penguasa dan akalnya sebagai tawanannya.
Puasa ramadhan adalah salah satu bentuk/teknis menguasai dan mengendalikan hawa nafsu yang hanya setahun sekali kita lakukan. Hawa nafsu kita, tidak boleh kita lepaskan, juga tidak boleh kita hilangkan, akan tetapi hawa nafsu itu harus kita kuasai dan kita pimpin dengan hidayah Agama.
Bahaya hawa nafsu ini telah di jelaskan oleh Rosululloh SAW sebagaimana sabdanya :
Ada tiga sifat yang membahayakan yaitu : (1) hawa nafsu yang di ikuti, (2) kikir yang dituruti, dan (3) mengagumi diri sendiri.
Oleh karena itu kita harus berusaha seoptimal mungkin supaya hawa nafsu itu dikendalikan dan di bimbing agar mau mengikuti ajaran Agama. Kalau tidak demikian berarti nyatalah bahwa iman kita tidak sempurna.
Dalam sebuah hadits sahih, Rasululloh SAW, telah bersabda : Tidaklah sempurna iman salah seorang diantara kamu sehingga hawa nafsunya itu mengikuti ajaran agama yang telah aku bawa. (Al Hadits)
Manusia sebagai makhluk yang mulia, di samping di beri akal oleh Allah SWT juga di beri nafsu. Akal dengan nafsu setiap saat senantiasa bertarung, ingin agar lawannya kalah.
Jika dalam pertarungan itu ternyata akalnya dapat mengalahkan nafsunya, maka ornag yang demikian itu dipandang lebih baik dari pada malaikat, namun sebaliknya jika akalnya dapat dikalahkan oleh nafsunya maka orang yang demikian itu dipandang lebih buruk dari pada binatang.
Oleh karena itu mudah – mudahan kita termasuk orang yang akalnya dapat mengalahkan hawa nafsunya, sehingga derajat kita dipandang lebih baik dari ada malaikat, bukan justru lebih rendah dari pada binatang. Bahkan dengan adanya akal, kita dapat mengalahkan hawa nafsu kita, ada jaminan dari Allah SWT. Bahwa orang yang demikian itu akan di masukkan kedalam surga Allah di akhirat kelak.
Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an :
Bagi orang – orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya. Adapun bagi orang – orang yang takut kepada kebesaran Tuhan-Nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya (An-Naaziat 37-41).

Allahu akbar 3x Walillahilhamd
Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah
Puasa yang kita lakukan sebulan penuh tentunya harus mempunyai nilai bagi kehidupan 11 bulan mendatang. Sebulan adalah bukan waktu yang sia – sia tetapi justru menjadi ajang pembinaan ruhani yang penuh dengan keteladanan, nilai ibadah, kesabaran, ketaatan dan kepatuhan hamba terhadap perintah Allah SWT.
Tepatlah kiranya moment Idul Fitri ini menjadi muhasabah dan pencerahan terhadap kehidupan insan muttaqin. Bila diperhatikan secara seksama, hampir seluruh rangkaian ramadhan bernilai ibadah. Ibadah saum dan ibadah lainnya merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah.
Seluruh rangkaian ibadah yang dilakukan tentunya merupakan riyadah untuk mendidik nilai moral dan nilai akhlaq. Harapan ini disebut dengan istilah ”pesan moral” yang harus sejalan dengan ibadah yang dilakukannya. Begitu mulianya pesan moral sampai rasululloh menilai ”harga” suatu ibadah dengan mampu dan tidaknya ibadah tersebut terealisasi dalam kehidupan seseorang yang bermakna.
Dalam sebuah riwayat Rasululloh pernah memanggil seorang wanita dan menyuruhnya berbuka puasa di bulan ramadhan lantaran mencaci maki pembantu. Wanita itu berkata : saya sedang berpuasa ya Rasululloh. Rosul menjawab : bagaimana mungkin kamu berpuasa padahal kamu mencaci maki pembantumu. Sesungguhnya puasa adalah sebagai penghalang bagi kamu untuk tidak berbuat hal – hal yang tercela. Betapa sedikitnya orang yang saum dan betapa banyak orang yang kelaparan.
Pesan moral Rasululloh diatas menggelitik nurani kita untuk bertanya, bilakah kita termasuk bagian didalamnya? Apakah kita hanya baru sanggup menahan lapar dan dahaga atau justru telah mewujudkan pesan moral ibadah saum yang dipinta.

Allahu akbar 3x Walillahilhamd
Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah
Dalam Islam pesan moral menjadi tujuan ajaran yang teramat penting. Sebab diutusnya nabi Muhammad bukan untuk mengajarkan Dzikir dan Do’a.
Karena misi utamanya adalah menyempurnakan akhlaq manusia. Seluruh ajaran Islam memberikan bimbingan dan arahan untuk menyempurnakan akhlaq : termasuk ibadah saum. Bahkan bila ada orang yang melakukan ibadah mahdah dengan penuh ketaatan tetapi kurang memperhatikan akhlaqnya, Islam menganggapnya sebagai keniscayaan dan kesia-siaan.
Rasululloh pernah di tanya : Ya Rasululloh ada orang yang berpuasa di siang hari dan bangun malam untuk qiamul lail tetapi dia menyakiti tetangganya dengan lidahnya, Rasul menjawab :”Dia di neraka”.
Dalam riwayat lain Rasululloh pernah bertanya kepada sahabatnya ”Tidakkah kalian tahu orang yang bangkrut itu? Sahabat menjawab : Orang yang kehilangan harta dan seluruh miliknya. Rasul menjawab : Bukan, orang yang bangkrut adalah orang yang rajin menjalankan ritus agama (shalat, saum, zakat, dsb) tetapi dia tidak memiliki akhlaq yang baik, dia merampas hal orang lain dan menyakiti hati mereka.

Allahu akbar 3x Walillahilhamd
Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah
Ibadah saum yang telah dita lakukan mengajarkan pesan moral yang tidak ternilai bagi kehidupan. Pesan moral yang utama ibadah saum ialah di larang memakan makanan yang haram. Jangankan yang haram, yang halal pun untuk siang hari diharamkan. Saidina Ali pernah berkata ” jangan jadikan perut anda sebagai kuburan hewan”. Pesan ini sungguh luar biasa, betapa kita di ajarkan untuk menjaga dengan baik makanan yang masuk kedalam perut kita, apalagi untuk anak, istri dan keluarga kita. Halalan Toyyiban merupakan perintah utama dan teramat penting untuk meraih rizqi bukan dengan jalan yang tercela apalagi menjadikan perut kita tempat sampah dengan masuknya barang – barang yang haram. Jangan jadikan perut kita kuburan rakyat kecil, jangan pindahkan tanah, ladang dan hutan ke perut kita.
Jangan jadikan diri kita omnivora (binatang pemakan segala) tanpa memperhatikan halal haram. Apalagi ditengah kehidupan bangsa dan negara yang penuh dengan keprihatinan.

Allahu akbar 3x Walillahilhamd
Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah
Korupsi merupakan kejahatan yang berdampak pada kerusakan luas, kerena merugikan dan mendzalimi orang lain, serta merusak mental manusia dan menghambat pembangunan secara keseluruhan. Korupsi dinegara kita telah berurat dan berakar, tidak hanya pada kalangan birokrat atau pejabat negara saja, tetapi telah merambah pada kalangan masyarakat lainnya.

Allahu akbar 3x Walillahilhamd
Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah
Di dorong rasa peduli dan tanggung jawab sebagai warga negara mari kita mulai detik ini kita serukan untuk diri kita sendiri dan selanjutnya kepada siapapun penduduk negeri ini untuk sungguh – sungguh memerangi korupsi sebab perubahan masyarakat akan efektif jika setiap individu dalam masyarakat sadar dan mau melakukan perubahan pada dirinya sendiri. Hal ini tentunya harus dibarengi dengan adanya kesungguhan pemerintah untuk memberantas korupsi dan menegakkan hukum demi terwujudnya pemerintahan yang bersih, jujur, amanah, adil dan berwibawa. Dari perangkat hukum kita sudah memadai, hanya tinggal kemauan politik dari pemerintah saja yang harus serius.
Hal ini kita lakukan semata – mata karena rasa tanggung jawab dan cinta kita kepada negeri ini sebelum laknat Allah di timpakan kepada kita semua, sebab apalagi laknat terlanjur Allah turunkan, maka niscaya kita semua akan dengan mudah hancur lebur bersamaan dengan hancurnya negeri ini. Allah berfirman :
”Dan jika kami hendak menghancurkan suatu negeri, maka kami perintahkan kepada orang – orang yang hiduo mewah di negeri ini (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhdapnya (ketentuankami) kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur – hancurnya ”. (Qs. Al-Isra 16).

Allahu akbar 3x Walillahilhamd
Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah
Subhanallah luar biasa pesan moral yang diajarkan ibadah puasa bagi perilaku kita, tentunya masih banyak lagi pesan moral lain yang belum bisa terungkap karena keterbatasan waktu. Yang pasti tentunya di hari Idul Fitri ini, kita memperoleh keberhasilan dan kemenangan melalui ibadah puasa yang dilakukan, yang mendorong nurani kita. Seringkali kita membesarkan diri kita, keluarga kita, harta kita, jabatan kita, pekerjaan kita, sehingga kita lupakan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Fitrah kemanusiaan adalah ajaran Islam yang di maksudkan untuk mensucikan manusia.
Kalimat syahadat mensucikan aqidah manusia, membersihkan diri dari kemusyrikan, menafilkan diri dari pengabdian selain Allah SWT. Sholat mensucikan jiwa untuk senantiasa pasrah terhadap Allah SWT, menghindari diri untuk menjauhi perbuatan keji dan munkar.
Puasa mensucikan nurani kita untuk dapat mengendalikan hawa nafsu dan menundukannya pada perintah Allah SWT.
Zakat mensucikan harta kita untuk dapat berbagi dengan orang lain dan peduli dalam membantu sesama.
Haji mensucikan kehidupan kita dengan mengarahkan seluruh perjalanan hidup kita atas kehendak Allah SWT.
Idul Fitri yang kita lakukan hari ini mempunyai arti kembali kepada fitrah kemanusiaan dan rangkaian ibadah di atas semuanya dimaksudkan untuk mengembalikan fitrah kemanusiaan kita.

Allahu akbar 3x Walillahilhamd
Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah
Jika setiap muslim sudah berkomunikasi dengan Allah, sebagai perwujudan iman atau percaya kepada-Nya, dilanjutkan dengan berkomunikasi dengan sesama makhluk dan lingkungannya dengan baik, sebagai perwujudan dari akhlaqulkarimah, sudah pasti ia menjadi manusia yang baik, manusia yang telah menyelesaikan kewajibannya terhadap Allah dan terhadap manusia. Dosa – dosanya akan diampuni, sehingga ia berhak beridul fitri kembali suci (fitrah) seperti kala ia dilahirkan kedunia.
Oleh karena itu dalam rangka fitri ini, marilah kita berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan perintah – perintah Allah dan berusaha pula menjauhi segala larangan-Nya serta senantiasa berkomunikasi dengan sesama manusia dengan sebaik-baiknya. Itulaah yang menjadi inti kita beridul fitri sepertti sekarang ini.
Mudah-mudahan Allah SWT, berkenan memberikan kita umur panjang, rajin beribadah, rejeki yang penuh berkah, ilmu banyak yang bermanfaat dan badan sehat yang menjadi semangat dalam amaliah akhirat, Amin.

Allahu akbar 3x Walillahilhamd
Akhirnya, marilah kita semua membersihkan diri dan saling memaafkan sehingga kita tidak hanya memperoleh ampunan dari Allah SWT, tetapi juga saling menghapus dosa sesama manusia. Kita menutup khutbah ini dengan bersama memanjatkan do’a kepada Allah SWT.
Ya Allah, semoga sholawat dan salam terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya serta kepada para penerus risalahnya. Ya Allah di hari yang fitri ini, limpahkanlah kebahagiaan kepada setiap hamba-Mu yang ada di tempat ini dan dimana saja mereka mengikuti sunah Nabi-Mu, ampunilah dosa – dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dosa guru-guru kami, dosa para pendahulu kami, dan masukanlah kami ke dalam golongan umat – umat yang berbuat baik. Ya Allah ya Rahman ya Rahim, berikanlah kepada kami kemudahan dalam melaksanakan ketaatan kepada-Mu, mengikuti yang hak dan membenci yang batil. Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa yang benar itu adalah benar dan berikanlah kami kekuatan untuk mengikutinya serta tunjukkan kepada kami bahwa yang salah adalah salah serta berikan kami kekuatan untuk meninggalkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar