Selasa, 29 Januari 2019

Keistimewaan Malam Nisfu Sya’ban

Mei 20, 2016 

Sya’ban adalah bulan dilaporkannya amal saleh sepanjang tahun yang seringkali dilupakan keistimewaannya. Baginda Rasulullah SAW pernah ditanya oleh Siti Aisyah RA mengapa Beliau berpuasa di bulan SYA’BAN lebih banyak dibanding bulan-bulan lainnya, Rasulullah SAW menjawab:
ذاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
"Sya'ban itu bulan antara Rajab dan Ramadhan. Bulan ini banyak diabaikan oleh umat manusia, padahal dalam bulan ini (Sya'ban) amal-amal hamba itu diangkat (dilaporkan) kepada Tuhan alam semesta. Aku ingin amalku diangkat (dilaporkan) kepada Allah sedangkan aku dalam keadaan berpuasa." (HR Imam Nasa'i)
Dalam sebuah Hadits yang disampaikan oleh Khalifah Ali bin AbuThalib disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا. فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا. فَيَقُولُ: أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلاَ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا، حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ
Jika Malam Nishfu Sya'ban tiba, maka Beribadahlah di Malam Harinya dan Berpuasalah di Siang Harinya, karena sesungguhnya ketika matahari terbenam di Malam Nishfu Sya'ban, Allah SWT turun ke langit dunia dan berkata, “Adakah yang meminta ampun kepada-Ku sehingga Aku ampuninya, Adakah yang meminta Rejeki kepada-Ku sehingga Aku berinya, Adakah yang sedang terkena Penyakit sehingga Aku menyembuhkannya, Adakah…Adakah.. (Demikianlah Allah SWT terus memberikan tawaran kepada hamba-NYA) hingga tiba waktu Fajar. (HR Ibnu Majah)
Para ulama salaf maupun khalaf, senantiasa mengajak umat untuk memuliakan bulan Sya'ban dan terutama Malam Nishfu Sya'ban. Imam Syafi’i Rahimahullah berkata:
إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِيْ خَمْسِ لَيَالٍ: فِيْ لَيْلَةِ الجْـُمُعَةِ ، ولَيْلَةِ الأَضْحَى، ولَيْلَةِ الفِطْرِ، وأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، ولَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ
Sesungguhnya doa akan dikabulkan di lima malam, yaitu: Malam Jum’at, Malam Hari Raya Idul Adha, Malam Hari Raya Idul Fitri, Malam Pertama Bulan Rajab dan Malam Nishfu Sya'ban.
Menurut Rasulullah SAW ada 5 malam yang sangat istimewa, yakni Malam Hari Raya Idul Fitri, Malam Hari Raya Idul Adha, Malam Nuzulul Qur'an, Malam Qadar (Lailatul Qadar) dan Malam Nishfu Sya'ban. Dalam sebuah Hadits, Siti Aisyah RA bercerita, “Pada suatu malam Aku kehilangan Rasulullah SAW dari tempat tidur, kemudian Aku mencarinya dan ternyata Beliau berada di pemakaman Baqi’, yaitu sedang menengadahkan wajah Beliau ke langit, kemudian berkata, “Ya Humairoh, apakah Engkau khawatir Allah dan Rasul-Nya akan mengurangi hakmu?” Maka Aku (‘Aisyah) berkata, “Aku mengira engkau sedang mendatangi salah satu istrimu.” Maka Rasulullah SAW bersabda:
إنَّ الله ـ عَزَّ وَجَلَّ ـ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبانَ إلى السَّماءِ الدُّنْيا فَيَغْفِرُ لأكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعرِ غَنَمِ كَلْبٍ
"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla turun pada Malam Nishfu Sya'ban ke langit dunia dan memberikan ampunan sebanyak bulu kambing."
Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda yang artinya; "Barangsiapa mengagungkan bulan Sya'ban, bertaqwa kepada Allah dan taat kepada-Nya serta menahan diri dari perbuatan maksiat, maka Allah mengampuni semua dosanya dan menyelamatkannya dalam satu tahun itu dari segala macam musibah dan penyakit."
Dalam menghidupkan Malam Nishfu Sya'ban, para Ulama memberikan keterangan bahwa, hendaklah membaca surat Yasin sebanyak 3 kali setelah itu berdo'a. Adapun niat pertama sebelum membaca surat Yasin, hendaklah membaca surat Al-Fatihah, meminta kepada Allah agar diberikan umur yang barokah dalam taat kepada-Nya. Lalu niat yang kedua, meminta kepada Allah agar diberikan Rizqi yang lapang, Rizqi yang luas, Rizqi yang berkah. Dan niat yang ketiga, meminta kepada Allah agar diberikan akhir hayat dalam keadaan Husnul Khatimah (baik diakhirnya).
Nah ini saja yang dapat Al-Fakir sampaikan, mudah-mudahan banyak manfaatnya dan Insya Allah kita semua bisa menghidupkan Malam Nishfu Sya'ban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar