Rabu, 30 Januari 2019

Keajaiban Wudhu'



Suatu ketika, Syaikh Junaid Al-Baghdadi sakit mata. Beliau pun segera berobat kepada seorang tabib terkenal di Kota Baghdad. Karena beliau tahu benar bahwa menjaga kesehatan tubuh adalah sunnah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam, dan mengobati penyakit merupakan kewajiban agar seorang muslim bisa menyempurnakan ibadahnya.
Ketika tabib mendengar bahwa Syaikh Junaid akan berobat kepadanya, dia langsung mendatangi rumah Syaikh Junaid. Ketika bertemu beliau, tabib itu segera memeriksa kedua mata Syaikh Junaid. Kemudian tabib itu memberi tahu jika Junaid ingin cepat sembuh dari sakit matanya, dia harus menjaga matanya jangan sampai terkena air. Ketika tabib itu telah pergi, terdengarlah suara adzan. Saatnya Syaikh Junaid untuk shalat. Beliau segera pergi ketempat wudhu’. Rupanya beliau sedikit bimbang. Kalau mengambil air wudhu’, tentu matanya akan terkena air, sakit matanya bisa bertambah parah seperti kata tabib.
Namun akhirnya Syaikh Junaid tetap berwudhu’ membasuh mukanya untuk menunaikan shalat. Beliau meyakini bahwa hanya Allah sajalah yang akan menyembuhkannya. Seusai shalat, Syaikh Junaid pun tertidur. Ajaibnya, sakit mata beliau hilang. Sesaat sebelum Syaikh Junaid terbangun dari tidurnya, beliau mendengar suara, “Junaid sembuh karena ia lebih ridha kepada-Ku.” Seandainya ahli neraka minta pada-Ku dengan semangat Junaid, niscaya Aku luluskan permintaannya.”
Berita tentang kesembuhan Syaikh Junaid Al-Baghdadi terdengar oleh sang tabib. Dia pun kembali mendatangi Syaikh Junaid dan memeriksa mata Syaikh yang telah sembuh. Sang tabib benar-benar keheranan. “Apa yang telah engkau lakukan wahai Junaid...?” kata sang tabib. “Aku telah membasuh muka dan mataku saat berwudhu’ untuk menunaikan shalat,” jawab Syaikh Junaid. Tabib itu adalah seorang yang beragama nasrani, mendengar dan melihat peristiwa itu, sang tabib menyatakan diri sebagai muslim. “Itu adalah obat dari Tuhan yang telah menciptakan sakit mata. Dialah yang menciptakan obatnya. Sebenarnya aku juga sedang sakit mata hatiku. Dan Junaidlah tabibnya...” Tabib itu pun mengucapkan syahadat didepan Syaikh Junaid Al-Baghdadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar