Rabu, 30 Januari 2019

Adab Makan dan Minum dalam Islam Menurut Kesehatan Dokter



Di dalam agama Islam, Allah menganjurkan untuk makan dan minum yang halal lagi baik serta begizi. Halal yang berarti diperbolehkan atau tidak ada larangan syar’i yang melarangnya, baik karena sifat benda atau cara mendapatkannya. Bergizi maksudnya yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti vitamin, karbohidrat, protein dan lemak. Dengan kita memakan makanan yang baik, diharapkan menjadi sumber energi yang dapat membantu kita untuk berbuat kebaikan. Dengan begitu makanan tersebut memiliki keberkahan dalam hidup kita.
Selain itu, islam juga mengajarkan tentang adab makan dan minum seperti firman Allah berikut yang berbunyi :
)ُُ فَكُلُُوا مُِمَّا رَُزَقَكُمُُ اُللَُُّّ حَُُلالًُ طَُي بًا وَُُاشْكُرُوا نُِعْمَتَُ اُللَُِّّ إُِن كُنتمُْ إُِيَّاهُُ تَُعْبُدُونَُ )ُالنحل :ُ 111ُ
“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu. Dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (Q.S An-Nahl Ayat 114).
Pengertian Adab Makan Dan Minum Dalam Islam
Di dalam islam adab berarti kehalusan dan kebaikan budi pekerti. Kesopanan tidak hanya dalam pergaulan tetapi dalam makan juga ada adab nya. Makan dan Minum juga penting tentang adanya aturan dan kesopanan. Islam sudah mengatur cara makan dan minum sesuai ajaran Baginda Nabi Muhammad SAW. Makan dan minum yang dicontohkan Rasulullah adalah aturan yang harus diterapkan untuk kehidupan setiap hari. Makan dan minum yang baik harus diawali do’a dan diakhiri do’a juga.
Makan dan minum yang masuk kedalam tubuh kita haruslah yang baik dan halal. Makanan yang baik dapat mempengaruhi pikiran dan aktivitas kita setiap harinya. Begitu pula sebaliknya, makanan yang haram akan berdampak negatif pada tubuh dan pikiran kita. Allah SWT juga memberikan kebebasan untuk kita menikmati makanan dan minuman yang ada di dunia ini selama tidak ada larang syar’i yang melarangnya untuk dikonsumsi.
Firman Allah SWT :
يأيُ ها اُلَّذِينَُ ءَُامَنُو اُ لَُُ تُحَ رمُوا طَُي بََٰتُِ مَُا أَُحَلَُّ اُللَُُّّ لَُكُمُْ وَُلَُ تَُعْتَدُُ وُ إُِنَُّ اُللََُّّ لَُُ يُُحِ بُ اُلْمُعْتَدِينَُ.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Q.S Al-Maidah Ayat 87).
Adab Makan dan Minum Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW mencontohkan bagaimana cara makan dan minum yang baik :
1. Cuci Tangan
Mencuci tangan adalah salah satu cara untuk menghindari terinfeksi sejumlah penyakit yang berbahaya. Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang tertidur sedang di kedua tangannya terdapat bekas gajih/lemak (karena tidak dicuci) dan ketika bangun pagi ia menderita suatu penyakit, maka hendaklah dia tidak menyalahkan kecuali dirinya sendiri”.
2. Membaca Basmalah Sebelum Makan
Termasuk juga membaca basmalah sebelum makan dan diakhiri dengan hamdalah setelah selesai makan.
Diriwayatkan dari Umar bin Abi Salamah berkata :ُ
كنتُُ غُُلاما فُي حُجْرُِ رُسول اُلله -ُصلى اُلله عُليه وُسلم- ،ُوكانت يَُدي تُطيشُُ فُي اُلصحفَة ،ُ فُقال لُي رُسول اُلله -ُ
صلى اُلله عُليه وُسلم- :ُ يُاغلامُُ ،ُ سَُمَُّ اُللَُّّ ،ُ وُكلُْ بُيمينك ،ُ وُكلُْ مُما يُلَيك
Artinya : “Ketika aku masih kecil dalam didikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan tanganku mengambil makanan dari segala sisi piring. maka berkata kepadaku Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : Wahai anak, bacalah basmalah, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang dekat darimu.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah).
Dan membaca hamdalah setelah makan atau minum, sesuai dengan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallamُ :
من أُكل طُعاما فُقال اُلحمد لُله اُلذي أُطعمني هُذا وُرزقنيه مُن غُير حُول مُني وُل قُوة غُفر لُه مُا تُقدم مُن ذُنبه
Artinya : “Barang siapa yang setelah makan membaca Alhamdulillahilladzi ath’amani hadza wa razaqanihi min ghairi haulin minni wala quwwah maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR At-Tirmidzi).
Rasullulah SAW bersabada: “Jika seseorang di antara kamu hendak makan, maka sebutlah nama Allah SWT. Dan jika ia lupa menyebut nama-Nya pada awalnya, maka bacalah, ’Bismillahi awwalahu wa akhirahu’ (Dengan menyebut nama Allah SWT pada awalnya dan pada akhirnya).” (HR. Abu Dawud).
Rasulullah SAW juga bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT meridhai seorang hamba yang ketika makan suatu makanan lalu dia mengucapkan
Alhamdulillah. Dan apabila dia minum suatu minuman maka dia pun mengucapkan Alhamdulillah.” (HR. Muslim, Ahmad dan Tirmidzi).
3.. Makan dan Minum Dengan Tangan Kanan
Mengunakan tangan kanan untuk makan dan minum. Islam melarang makan dan minum menggunakan tangan kiri. Rasulullah SAW bersabda:
لتأكلوا بُالشمال فُإن اُلشيطان يُأكل بُالشمال
Artinya : “Janganlah kalian makan dengan tangan kiri, karena setan makan menggunakan tangan kiri.” (HR Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah).
Abdullah bin Umar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Jika salah seorang diantaramu makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya dan jika ia minum maka hendaklah minum dengan tangan kanannya. Sebab syaitan itu makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim).
Kedua tangan manusia dapat mengeluarkan tiga macam enzim, namun konsentrasi di tangan kanan lebih banyak daripada tangan kiri. Enzim-enzim tersebut sangat membantu dalam proses pencernaan makanan.
4. Tidak Mencela Makanan
Memakan makanan yang disukai dan tidak mencela makanan yang tidak disukai. Bagaimana yang dipraktekkan Nabi SAW dalam hadist berikut:
ماعاب رُسول اُلله صُلى اُلله عُليه وُسلم طُعاما قُط، كُان اُذا اُشتهى شُيئا أُكله وُإن كُرهه تُركه
Artinya : “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika beliau mau maka beliau memakannya, dan jika tidak makan beliau meninggalkannya.” (HR Bukhori, Muslim, Ahmad dan At-Tirmidzi).
5. Disunnahkan Makan Bersama
Disunnah berkumpul ketika ingin makan. Makan bersama akan menambah nikmat dan berkah, lebih banyak yang berkumpul maka banyak juga berkahnya. Rasulullah SAW bersabda:
طعام اُلواحد يُكفي اُلثنين، وُطعام اُلثنين يُكفي اُلأربعة، وُطعام اُلأربعة يُكفي اُلثمانية
Artinya : “Makanan satu orang cukup untuk dua orang, dan makanan dua orang cukup untuk empat orang, dan makanan empat orang cukup untuk delapan orang.” (HR Muslim, Ahmad dan At-Tirmidzi).
Beliau juga bersabda :ُ
فاجتمعوا عُلى طُعامكم وُاذكروا اُسم اُلله عُليه يُبارك لُكم فُيه
Artinya : “Berkumpulkan ketika makan dan bacalah nama Allah maka Allah akan memberkati kalian dalam makanan itu.” (HR Abu Daud dan Ahmad).
6. Tidak Berlebihan dalam Makanan Dan Juga tidak Kekurangan
Makan berlebihan
Rasulullah juga menasehati untuk bijak dalam segala hal, termasuk dalam makanan. Setiap orang harus dapat mengira-ngira seberapa banyak yang ia perlukan dalam makan supaya tidak terjadi nya berlebihan dan tidak juga kekurangan.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :ُ
فثلث لُطعامه وُثلث لُشرابه وُثلث لُنفسه
Artinya : “Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk nafas.” (HR At-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah).
7. Tidak Bersandar Ketika Makan
Makan Bersandar
Dari Mikdam bin Ma’dikarib ra. Menyatakan pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tiada memenuhi anak Adam suatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah untuk anak Adam itu beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak ada cara lain, maka sepertiga (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas.” (HR. Tirmidzi dan Hakim).
8. Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang
Rasulullah SAW bersabda: “Aku tidak makan dengan posisi bersandar (muttaki-an).” (HR. Bukhari).
“ Muttaki-an” ada yang menafsirkan duduk bersilang kaki dan ada pula yang menafsirkan bersandar kepada sesuatu, baik itu bersandar di atas salah satu tangan atau bersandar pada bantal. Ada pula yang menafsirkan bersandar pada sisi badan.
9. Makan Makanan Halal
Kewajiban seorang muslim adalah menafkahkan keluarganya dengan makanan yang halal dan caranya yang benar. Karena di setiap apapun yang kita kerjakan dengan benar dan halal akan membawa keberkahan didalam rumah tangga, maupun di keluarga kita.
Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Mu’minun Ayat 51 yang berbunyi :
يَأيَ هَاٱل رسُلُُ كُُلُو اُ مُِنَُ ٱُلطَّي بََٰتُِ وَُٱعْمَلُو اُ صََُٰلِحًا إُِن ى بُِمَا تَُعْمَلُونَُ عَُلِي مُ
“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
10. Mulai Makan Dari Pinggir-Pinggir
Berkah itu turun dari tengah-tengah makanan. Oleh karena itu, makanlah dari pinggirnya dan janganlah langsung makan mengambil dari tenggah-tengah makanan itu. (H.R At-Tirmidzi Ibnu Abbas no 1727).
11. Mendahulukan Makan Daripada Shalat Jika Makanan Telah Dihidangkan
Maksud dari telah dihidangkan yaitu sudah siap disantap. Rasullualah shallallhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila makan malam telah dihidangkan dan shalat telah ditegakkan, maka mulailah dengan makan malam dan janganlah tergesa-gesa (pergi shalat) sampai makanmu selesai.” (Muttafaqun ‘alaih).
Faidah mendahulukan makan daripada shalat adalah kita tidak akan memikirkan makanan ketika shalat. Oleh karena itu, yang menjadi ukuran adalah tingkat lapar seseorang. Apabila ada seseorang sangat lapar dan makanan telah dihidangkan sebaiknya makan terlebih dahulu. Tetapi sebaiknya hal ini jangan sering dilakukan apalagi dijadikan sebagai rutinitas.
12. Minum Tiga Kali Tegukan Sembari Mengambil Nafas di Luar Gelas
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam minum sebanyak tiga kali, menyebut nama Allah di awalnya dan memuji Allah di akhirnya. HR. Ibnu As-Sunni dalam ‘Amalul yaumi Wallailah (472).
Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam minum, beliau bernafas tiga kali. Beliau bersabda, “Cara seperti itu lebih segar, lebih nikmat dan lebih mengenyangkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bernafas dalam gelas dilarang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya, “Apabila salah seorang dari kalian minum, janganlah ia bernafas di dalam gelas.” (HR. Bukhari).
13. Berdoa Sebelum Minum Susu Dan Berkumur-Kumur Sesudahnya
Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika minum susu maka ucapkanlah, “Allahumma barik lana fihi wa zidna minhu (Ya Allah berkahilah kami pada susu ini dan tambahkanlah untuk kami lebih dari itu ) karena tidak ada makanan dan minuman yang setara dengan susu.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman (5957), dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami'(381).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian minum susu maka berkumur-kumurlah karena sesungguhnya susu meningkalkan rasa masa pada mulut. “HR. Ibnu Majah (499).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar