Sabtu, 25 Mei 2019

Pembagian sembako Ramadhan 1440 H

Alhamdulillah Panitia Amaliah Ramadhan Masjid Baitushshidqi telah selesai menyalurkan sembako sebanyak 2000 paket yang disalurkan kepada masyarakat melalui 40 Masjid dan Mushala disekitar wilayah DMI -Dewan Masjid Indonesia- Kelapa Dua Wetan.
Terimakasih kepada pada donatur Bapak Johan, semoga menjadi amal ibadah dihadapan Allah swt...aamiin

Itikaf Masjid Baitushshidqi

Assalaamu'alaikum bapak ibu muslimin dan muslimat yg dirahmati Allah SWT.
mengingat Ramadhan sudah memasuki 10 hari terakhir, dimana 10 malam terakhir ini pada malam2 ganjilnya kita melaksanakan i'tikaf dan kajian. Maka dari itu pada malam ke 21 ini, mari sama2 kita menghadiri i'tikaf dan kajian malam ke 21 Ramadhan 1440 H d masjid Baitushshidqi dari jam 01.00 WIB dgn narasumber Ust. H. Anwar Islam, Lc.
Syukran 'alahtimaamikum wa hiduurikum
Panitia Amaliyah Ramadhan

Minggu, 03 Februari 2019

MEMBANGUN PERADABAN

Oleh : Dr.H.Zuhdi Zini


Rosulullah saw bersabda artinya: “Tuhanku telah mengajarkan adab kepadaku, maka ia menjadikan adabku  menjadi baik “ (HR. Ibnu Hibban).
Ulama berbeda pendapat tentang kualitas hadits ini ditinjau dari segi sanad, namun mereka sepakat secara matan (redaksi hadits ) bahwa hadits ini baik dan mendidik. Para pakar bahasa memberikan makna yang beragam tentang arti adab. Sebagian menerjemahkan adab adalah pendidikan, hingga hadits itu bermakna, Tuhanku telah mendidik aku, hingga baiklah pendidikanku. Sebagian lagi menerjemahkan kata adab dengan akhlak mulia, perangai yang baik, sopan santun dan sebagainya. 
Dalam makna ini haidits itu berarti Tuhanku telah mengajarkan aku akhlak yang mulia, hingga mulia akhlakku, dan sebagian lagi menerjemahkan kata adab dengan peradaban, hingga hadits itu dimaknai , Tuhanku telah mengajarkan aku peradaban yang baik, hingga baiklah peradabanku.

Dengan memahami ketiga makna itu, dapat dipahami bahwa etika yang baik akan lahir dari pendidikan yang baik dan peradaban yang baik terlahir dari pendidikan dan akhlak yang baik. Setiap manusia mempunyai dua tugas utama yang mulia.
1.         Sebagai khalifah di Muka Bumi
Sebagai khalifah manusia bertugas untuk membangun peradaban dirinya karena peradaban manusia adalah cermin dari karakter manusia itu sendiri. Allah Swt berfirman dalam QS.Al Baqoroh /2:30 artinya “ … Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi, mereka berkata mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau? Tuhan berfirman , sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui.”
2.         Sebagai Pengabdi Allah atau Abdullah
Manusia yang  sanggup menjadi hamba Allah akan mampu berkreasi sebagaimana Allah berkreasi, hingga Rasulullah  saw mengajarkan, berakhlaklah kalian sebagaimana akhlak Allah. Seseorang yang mengabdi kepada Allah mempunyai tiga tingkatan; pertama , sebagai budak Tuhan . Pengabdian yang dilakukannya karena takut akan kekuasaan Tuhan, baik berupa siksa atau neraka. Kedua, sebagai pedagang , pengabdiannya kepada Tuhan karena ada keuntungan yang diperolehnya, baik keuntungan materi atau keuntungan immateri kelak yakni pahala dan surga, dan ketiga, sebagai kekasih Allah, pengabdian kepada Allah semata-mata karena ingin memperoleh cinta Allah, karena mereka yakin cinta Allah kepada hamba-Nya  melebihi dari segalanya.

Dengan dua fungsi yang dibangun secara seimbang maka manusia akan menjadi khalifah yang memiliki peradaban yang tinggi karena semua kreasinya merupakan personifikan Tuhan yang termanifestasi dalam setiap karya yang dihasilkannya. Untuk membangun peradaban yang tinggi tidak mungkin dilakukan oleh satu generasi, tetapi harus ada usaha yang berkesinambungan dari generasi ke generasi berikutnya. 

Rasulullah berpesan .. “didiklah anak-anakmu dalam tiga hal, mencintai Nabimu, mencintai keluarga Nabi dan membaca Alquran.” 
Maka sesungguhnya orang yang membaca Alquran berada dalam naungan – Nya, bersama para Nabi dan orang-orang suci. Untuk menjaga peradaban mulia adalah dengan”membangun cinta dan mengamalkan Alquran”. Cinta yang baik adalah apabila yang dicintai  itu yang terbaik. Manusia mulia yang wajib dicintai agar  terbangun peradaban tinggi dan mulia adalah Nabi Muhammad saw dan keluarganya. Dengan mencintai mereka akan lahir cinta sejati kepada sesama karena hanya dengan cinta, cinta itu akan terwujud. Allah telah menjamin Nabi Muhammad saw dan keluarganya sebagai manusia suci yang dapat dicintai dan diteladani. 
Allah berfirman….”Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih – bersihnya.” ( QS Al Ahzab/33:33 ).

Pondasi utama membangun peradaban adalah dengan mencintai Rasulullah saw dan keluarganya. Kebencian kepada Rasulullah saw dan keluarganya dan kepada orang-orang yang mencinta mereka akan melahirkan peradaban yang merusak , kejam dan sadis. Cinta hanya dapat terwujud kokoh dengan cinta itu sendiri.

Pondasi kedua untuk membangun peradaban yang tinggi adalah dengan mempelajari, memahami dan mengamalkan Alquran. Karena Alquran adalah cermin dari sebuah peradaban yang tinggi. Saat Sayyidah Aisyah, ummul Mukminin ditanya tentang akhlak Rasulullah saw, beliau menjawab, akhlak Rasulullah adalah Alquran. Pendek kata , Rasulullah saw adalah Alquran berjalan dan itulah peradaban tertinggi di dunia ini. Peradaban harus selalu  dijaga  dan dipelihara dengan cara melakukan transpormasi ilmiah kepada anak-anak sebagai pewaris sebuah peradaban. Rasulullah saw bersabda , …. “Didiklah anak-anakmu dengan pendidikan yang baik.”

Dengan demikian peradaban yang tinggi bukan hanya kenangan masa lalu dan bukan pula mimpi di masa depan. Peradaban adalah akulturasi kerja keras yang dilandasi oleh cinta dan kasih sayang. Peradaban sesungguhnya adalah cerminan dari asma Allah yang Maha Tinggi. Wallahu a’lam.*** (anattasannai)

Kamis, 31 Januari 2019

Ibadah Sunnah dan Manfaatnya

 

1. Isi kandungan Al Quran berisi larangan meliputi :
a. Akidah
b. Ibadah
c. Muamalah
d. Jinayah/Hukum
2. Larangan dan perintah : Meninggalkan hal yang makruh akan jadi perisai bagi keselamatan jiwa.
3. Kewajiban Sholat Jumat (Fardu Ain) : Bagi laki-laki, tetapi dalam hal mendesak dapat diganti dengan Sholat Dzuhur bagi Musafir dan petugas penjaga keamanan.
4. Sholat Sunnah Rawatib Qabliyah dan Ba'diyah ada 12 Rokaat :
a. Dzuhur: Qabliyah 4 rokaat, Ba'diyah 2 rokaat
b. Maghrib: Ba'diyah 2 rokaat
c. Isya: Ba'diyah 2 rokaat
d. Subuh: Qabliyah 2 Rokaat
5. Mafaat Sholat Rawatib : Bernilai untuk menutupi kekurangan Sholat wajib dan nilainya lebih tinggi daripada Sholat Sunnah lainnya.
6. Melaksanakan Sholat wajib pada bulan Romadhon : Nilainya 70 kali lipat daripada Sholat wajib, dan melaksanakan Sholat Sunnah pada bulan Romadhon sama dengan 1 kali Sholat wajib.
7, Sholat Dhuha : Merupakan pancaran kebahagian hati, orang yang melaksanakan Sholat Dhuha di surga akan dibukakan pintu surga melalui pintu surga.
8. Hukum puasa : Wajib, Sunnah, Makruh & Haram
a. Puasa wajib : Romadhon, Nadzar, Kofaroh & Qodho Romadhon
b. Puasa sunnah : Syawal, Arofah & Tarwiyah, Asyuro, Senin & Kamis, Ayyamul bidh
9. Puasa makruh
a. akhir sya'ban kecuali jatuh pada Senin Kamis.
b. Puasa Arofah bagi jamaah Haji
c. Puasa pada hari Jumat maupun Sabtu yang tersendiri
10. Puasa Haram
a. Pada dua hari Raya; Idul Fitri dan Idul Adha
b. Puasa hari Tasyrik; 11, 12 & 13 Dzulhijah
c. Puasa yang melakukan tanpa izin suami
d. Wanita Nifas
e. Wanita hamil tua

11. Orang-orang yang melakukan ibadah-ibadah puasa sunnah : Akan diampuni dosa-dosanya

Muhasabah Akhir Tahun

 

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuaهtnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS. Al Hasyr:59: 18)
Tafsir Ayat:
1. Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan mentaati-Nya, yaitu melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
2. Dan hendaknya setiap diri memperhatikan amalnya yang akan diperhitungkan pada hari hisab, apakah amalnya itu termasuk amal soleh yang layak mendapatkan ganjaran kebaikan atau amal buruk yang berakibat kepada siksa.
3. Apabila dia tahu bahwa perbuatannya adalah amal soleh yaitu sesuai syariat, namun apakah diterima atau tertolak.
4. Dan hendaknya setiap diri bertakwa kepada Allah dan melakukan muhasabatun nafsi terhadap semua amalnya dari sisi kebaikannya, keikhlasannya serta memeliharanya dari segala yang merusak amal tersebut.
5. Allah Maha Mengetahui semua yang kamu kerjakan. (Mushthafa Fajar, al Tafsir al Mukhtasar, hlm. 609)
Tugas dan Tanggung jawab Manusia :
  • Mengenal Tuhannya lalu mentaati-Nya
  • Mengenal musuhnya lalu menentangnya
  • Mengenal negeri tempat tinggalnya lalu memperbaikinya.
  • Mengetahui bahwa ia akan segera pergi lalu mempersiapkan bekal perjalanannya
  • Mengambil dunia hanya sekedar rizki yang mencukupinya.
  • Berteman dengan kesucian. (Madinah Balaghah, hlm.547)
Kebahagiaan Manusia :
  • Orang mukmin adalah mereka yang bahagia dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya.Orang yang bahagia adalah mereka yang panjang umurnya dalam taat kepada Allah (kanz al Ummal, jld. 15, hlm. 667, Nahj al Fashahah, jld. 1, hlm. 465)
  • Kebahagiaan adalah akhlak mulia dan kesedihan adalah akhlak yang buruk.
  • Orang yang bahagia adalah mereka yang taat kepada Tuhannya dan orang yang sedih adalah mereka yang jatuh dalam perbuatan dosa. (Ali Mukhtari, Akhlak, hlm.81)
Kejelekan Manusia :
  • Setiap hari diberikan rizki tetapi selalu mengeluh.
  • Setiap hari umurnya berkurang namun ia bahagia
  • Merasa cukup dengan sedikit amal soleh, namun selalu mengejar perbuatan yang sia-sia
  • Terhadap karunia yang sedikit tidak merasa cukup namun terhadap nikmat yang banyak tidak pernah puas.
  • Mengetahui dirinya pasti mati, namun tidak beramal untuk mempersiapkan kehidupan sesudah mati
  • Sadar bahwa dunia sementara, namun tidak pernah letih mengejarnya.
Langkah Penyucian Diri :
  • Bertobat terhadap dosa yang pernah dilakukannya.
  • Muroqobah, kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi dirinya
  • Muhasabah, introspeksi diri terhadap semua perbuatan yang pernah dan akan dilakukannya
  • Mujahadah, berjuang dengan sungguh-sungguh mencintai Tuhannya
Muhasabah :
1. Segera berbuat baik karena pada akhir zaman keimanan cepat berubah menjadi kekafiran atau sebaliknya
Rasulallah saw berpesan: Segeralah beramal soleh karena pada akhir zaman akan banyak terjadi fitnah, pagi hari seseorang masih beriman, namun di sore hari sudah menjadi kafir, atau sore beriman namun pagi telah kafir lagi. Saat itu banyak orang yang menjual agamanya untuk kenikmatan sejenak
2. Bersabar dalam beramal
Rasulallah saw berpesan: Hai manusia mendekati kiamat akan terbentang urusan yang keras, ketakutan yang besar dan masa yang sulit. Kegelapan menguasai, kefasikan merajalela, orang-orang yang memerintah yang ma’ruf dianiaya, dan orang-orang yang mencegah kemunkaran disiksa, maka siapkanlah iman untuk menghadapinya dan gigitlah dengan gigi gerahammu sekuat mungkin, berlindunglah dengan berbuat amal soleh, dan paksakan dirimu melakukannya serta bebaskanlah diri kalian dari neraka, menuju kenikmatan yang abadi
3. Cerdas dalam menyikapi dunia
Nabi saw berpesan: Wahai manusia, orang yang ada di dunia itu adalah tamu dan apa yang ada di tangan mereka adalah palsu. Sesungguhnya tamu akan pergi dan sesuatu yang palsu tertolak. Ketahuilah bahwa dunia adalah harta yang ada sekarang, orang yang baik dan jahat makan darinya. Akhirat adalah janji yang benar.
4. Bersikap zuhud dalam hidup
Nabi saw berpesan: Wahai manusia janganlah banyak memperturutkan syahwatmu, niscaya kemiskinan akan menjadi mudah bagimu, Janganlah berbuat dosa, niscaya kematian akan menjadi mudah bagimu, infakkanlah hartamu di jalan Allah, niscaya engkau akan senang bergabung dengannya, merasa puaslah dengan apa yang telah diberikan kepadamu niscaya akan ringan hisabmu.
5. Selalu mengingat kematian
Rasulallah saw berpesan: Perbanyaklah mengingat si pelumat kelezatan (kematian). Jika kalian mengingatnya disaat sulit , maka ia akan melapangkan kesulitanmu sehingga kalian senang kepadanya dan kalian diberi pahala. Jika kalian mengingatnya saat kaya, maka ia akan membuat kalian membenci kekayaan sehingga kalian mendermakannya dan kalian diberi ganjaran.
6. Bertawakal dalam hidup
Nabi saw berpesan: Siapa yang memutuskan hubungannya dengan selain Allah, maka Allah akan mencukupkan bantuan untuknya. Siapa yang memutuskan hubungannya kepada selain dunia, maka Allah akan menyerahkan ia kepadanya. Siapa yang berusaha mencapai satu perkara dengan jalan maksiat kepada Allah, maka Allah akan menjauhkannya dari sesuatu yang ia dekati dan Allah akan mendekatkannya kepada sesuatu yang ia jauhi
Pandangan Mukmin :
Rasulallah saw bersabda: Sungguh mengagumkan bagi urusan orang mukmin. Semua urusan baginya baik dan tidak ada yang seperti itu melainkan sikap orang mukmin. Sesungguhnya seorang mukmin bila memperoleh kesenangan, dia bersyukur dan itu baik baginya, sebaliknya apabila seorang mukmin mendapat musibah yang tidak menyenangkan, dia sabar dan itupun baik baginya. (HR Muslim)
Rasulallah saw mengingatkan: Tidak akan melihat neraka, mata yang menangis karena takut kepada Allah, mata yang tidak tidur semalaman dalam kataatan kepada Allah dan mata yang dipejamkan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah
Penutup :
Qois bin Ashim bertanya kepada Rasulalah saw, ya Rasulallah ajarkan kepada kami suatu amal yang bermanfaat! Rasulallah saw bersabda: Sesungguhnya bersama kemuliaan ada kehinaan, bersama kehidupan ada kematian, bersama dunia ada akhirat, sesungguhnya segala sesuatu akan dihisab, dan segala sesuatu ada yang mengawasinya. setiap kebaikan ada pahalanya, setiap keburukan ada balasannya, setiap ajal sudah tercatat dan sesungguhnya dia hai Qois harus ada padamu, setiap pendamping akan terkubur bersamamu padahal mereka hidup, dan engkau akan terkubur bersamanya saat engkau mati. Apabila dia mulia, maka dia akan memuliakanmu dan apabila dia buruk, dia akan pasrah kepadamu, kemudian engkau tidak akan dikumpulkan kecuali bersamanya, tidak akan dibangkitkan kecuali bersamanya, dan tidak akan ditanya kecuali tentang dia yaitu amalmu.(Ali Al Mukhtari, silsilah ahadis al mustarakah, al akhlak, hlm. 292)

Rabu, 30 Januari 2019

Mengenal Nabi Muhammad SAW

Januari 3, 2016 

Makna Muhammad
Muhammad terpuji karena kepribadiannya:
1. Muhammad himpunan dari karakter Abdullah (pengabdi Allah),.
2. Aminah (terpercaya dan jujur).
3. Halimah (santun).
4. Abu Syaibah (bijaksana)
Muhammmad adalah hamba yang selalu mengabdi kepada Allah, jujur dan terpercaya dalam menjalankan hidup, selalu santun dan sabar dalam menghadapi dirinya dan orang lain serta bijaksana dalam menetapkan keputusan

Muhamad Dalam al Qur’an
Kata Muhammad dalam al Qur’an termaktub empat kali. Dan ada satu surat dalam al Qur’an yang bernama surat Muhammad yaitu surat ke 47.
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىَ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.(QS. Ali Imran/3:144)

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.(QS al Ahzab/33:49)
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَآمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ
Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan Itulah yang benar dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka. (QS. Muhammad/47:2)
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya adalah tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka..(QS. Al Fath/48:29)

Ahmad dalam al Qur’an
Kata Ahmad tertulis dalam al Qur’an sebanyak satu kali yaitu didalam surat al Shaff/61 ayat 6.
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءهُم بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ
Dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (QS. Al shaff/61:6)

Tugas dan Fungsi Rasul
1. Rahmat bagi seluruh alam
Dan tiadalah Kami mengutusmu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS al Anbiya/21:107)
2. Mencari titi temu bukan titik seteru
Katakanlah: "Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". jika mereka berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)“ (QS. Ali Imran/3:64)
3. Basyir dan Nadzir.
"Dan Kami tidak mengutusmu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui." (QS al Naba/34:28)
4. Keteladanan
"Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al Ahzab/33:21)
5. Cahaya yang menuntut
"Hai nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan. Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi." (QS. Al Ahzab/33:45-46)

Kewajiban Umat terhadap Rasul
1. Mengikuti Rasulallah SAW
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Katakanlah, jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS Ali Imran/3:31)
2. Mencintai Rasulallah SAW
عن عبد الله بن مسعود قال. قال رسول الله صلى الله عليه و آله: لا يكون العبد مؤمنا حتى أكون أحب إليه من نفسه و من ولده و ماله و أهله.
Dari Abdullah bin Mas’ud berkata, Rasulallah saw bersabda: Seorang hamba tidak akan menjadi seorang mukmin hingga aku lebih dicintainya daripada dirinya sendiri, anaknya, hartanya dan keluarganya.
3. Taat kepada Rasulallah SAW
قال رسول الله صلى الله عليه واله لعلي عليه السلام : من أطاعني فقد أطاع الله
Rasulallah SAW bersabda kepada Ali: Siapa yang taat kepadaku, sungguh dia telah taat kepada Allah.
4. Berselawat kepada Rasulallah SAW
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ صَلُّواْ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
"Sesungunya Allah dan malaikat-Nya berselawat kepada nabi, hai orang-orang yang beriman berselawatlan dan sampaikan salam kepadanya." (QS al Ahzab/33:56)
يا رسول الله، قد علمنا كيف نسلّم عليك. فكيف نصلّي عليك؟ فقال: قولوا: اللهم صلّ على محمّد وآل محمّد
Rasulallah sungguh dia telah mengajarkan kepada kami bagaimana kami mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana kami berselawat kepadamu, Rasulallah saw bersabda: Katakanlah, Allahumma sholli ala Muhammad wa ali Muhammad
5. Meneladaninya
لَقَدْ كانَ لَكُمْ في رَسُولِ اللّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَة
"Sungguh bagimu pada diri rasulallah saw ada teladan yang baik." (QS al Ahzab/33:21)
6. Mencintai keluarga Rasulallah SAW
إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً
"Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan kotoran darimu hai ahlul bait dan Dia mensucikanmu dengan sesuci-sucinya." (QS. Al Ahzab/33:33)
وهم الّذين قال رسول الله صلى الله عليه وآله فيهم: إنّي مخلّف فيكم الثقلين كتاب الله وعترتي أهل بيتي، ألا وإنهّما لن يفترقا حتّى يردا عليّ الحوض
Dan mereka adalah yang disabdakan oleh Rasulallah saw: sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang berat yaitu kitabullah dan ithrati, keluargaku . Ketahuilah keduanya tidak akan terpisah hingga berjumpa denganku di telaga surga
 

Waktu Berdoa yang Mustajab

Januari 5, 2016 

Waktu-waktu doa yang mustajab sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dari sahabat-sahabat antara lain :
1. Sepertiga dari malam hari sampai dengan tiba waktu fajar (waktu solat subuh)
2. Pada tengah malam dan pada akhhir tiap melaksanakan solat fardu
3. Waktu-waktu antara azan dan iqomah Syukur bisa dilaksanakan dengan berdoa mengadukan kepada Allah SWT dengan kesungguhan sambil menangis. Bila ditanah haram mekkah atau madinah bukan saja waktu-waktu mustajab tapi juga mengenal tempat-tempat dan waktu-waktu mustajab seperti halnya :
a, Di multazamm (antara pintu kabah dan hajar aswad)
b. Di hjir ismaildi dalam arena masjid Haram bagian dalam sekitar kabah dan juga bagian halaman luar masjid Haram.
c. Di Arafah sewaktu pelaksanaan wukuf inti dari pelaksanaan ibadah Haji
d. Beberapa tempat lain di mekah
e. Di Madinah yakni di raudah dan bagian dalam Masjid nabawi, serta halamn masjid Nabawi
f. Masjid Quba
g. Kiblatain
h. Beberapa tempat ziarah antara lain bukit / uhud khondak
 

Mendekatkan Diri Kepada Kepada Allah

Januari 6, 2016 

Zikir bukanlah satu – satunya jalan untuk menuju kepada-Nya. Kita dapat pula mendekatkan diri kepada Allah melalui perbuatan sehari – hari. Yaitu dengan selalu meniatkan bahwa yang kita lakukan adalah semata – mata hanya karena taat mematuhi aturan main –Nya. Misalnya, kita berbuat baik kepada tetangga bukan lantaran ia baik kepada kita, tapi semata – mata karena Allah memerintahkan kita untuk mengeluarkan sedekah membantu meringankan beban orang yang sedang dalam kesusahan.
Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh At – Tirmidzi, Rasullah SAW. Bersabda : Peliharalah (perintah dan larangan) Allah, niscaya kamu akan selalu merasakan kehadiran-Nya. Kenalilah Allah waktu kamu senang, niscaya Allah akan mengenalimu waktu kamu dalam kesulitan. Dan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Rasullah berpesan : Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah dan menikahi karena Allah, maka sempurnalah imannya. Jaminan Allah dalam Al-Qur’an :
"Barangsiapa diantara kamu yang patuh kepada Allah dan Rasulnya, dan mengerjakan perbuatan baik, niscaya akan kami berikan pahala dua kali lipat, dan untuk mereka kami sediakan rezeki yang banyak". (Al – Ahzab (33):31)
Motivasi ini dapat terpelihara bila kita selalu berzikir. Itulah pula sebabnya dengan zikrullah orang mampu untuk taat pada perintah Allah yang “berat – berat” seperti : ikhlas lillahi ta’ala, sabar, tawakal, sholat khusuk, tidak takabur (ujub), tidak riya, bersyukur dan perintah – perintah lainnya yang erat hubungannya dengan perilaku batin. Hanya orang yang bertaqwa sajalah yang dapat berzikir dengan benar. Sedangkan sebagai indikator keberhasilannya adalah sebagaimana yang difirmankan Allah:
Surat Ar – Ra’d (13) : 28 Artinya :
"(yaitu) orang – orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram"
Rasa dekat kepada Allah tidak dapat terwujud dengan seketika, tetapi terjadi melalui suatu proses kesungguhan hati yang panjang. Banyak jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Adapun jalan yang terbaik yaitu dengan selalu taat mematuhi aturan main –Nya, dimana berzikir termasuk salah satu diantaranya dengan selalu memiliki motivasi bahwa kita tidak ingin seperti iblis yang membangkang pada perintah Allah (yaitu ketika ia diperintahkan sujud pada Adam), maka menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya akan berasa lebih mudah
Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah, Aisyah berkata : “Adalah Rasullah SAW. Berzikir kepada Allah sepanjang hayatnya”. Pada riwayat lain, dikatakan bahwa Rasullah SAW. Bersabda, “kalau hati tidak diisi dengan zikir, maka ia bagaikan bangkai.”

Pentingnya Tauhid dan Bahaya Syirik



Disampaikan pada khutbat Jumat, 8 Januari 2016
Allah SWT sebagai dzat pencipta alam, telah menetapkan perintah dan larangannya.
Perintah terbesar kepada manusia supaya bertauhid, yaitu ifrodullahi fil ibadah (mengeasakan Allah dalam ibadah) dan sebagainya larangan yang terbesar adalah kesyirikan. QS An-Nisa ayat 36 "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun..."
Pentingnya Tauhid dan Bahaya Syirik, diantaranya:
1. Allah ciptakan manusia untuk bertauhid
Fitrah manusia telah mengakui Allah SWT sebagai Tuhan.
QS Al-A'raf ayat 172 "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"
Seluruh manusia mengakui Allah, tetapi dipengaruhi oleh lingkungan.
Allah perintahkan supaya menyembah hanya kepada-Nya QS Az Zariyat ayat 56 "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku".

2. Tauhid inti dakwah para Nabi dan Rosul
Setiap ummat telah diutus seorang Rosul dengan syariat yang berbeda-beda, tetapi inti dakwahnya Tauhid, QS An-Nahl ayat 35 "Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)".
Ummat Islam masih banyak percaya kepada Tahayul.
Setiap Rosul mengajak ummatnya hanya menyembah Allah, QS Al-Anbiya ayat 25 "Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".

3. Tauhid menyebabkan masuk surga, sedangkan syirik menjerumuskan ke neraka
Orang yang meyakini dan mengakui Allah sebagai Tuhan yang berhak disembah, dia memiliki hak masuk surga.
QS Al-Maidah ayat 72 "Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun."

4. Tauhid dapat menghapus dosa, syirik menghapus pahala
Tiap dosa akan diampuni Allah kecuali syirik. QS An-Nisa ayat 48 "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar."
Perbuatan syirik menghapus pahala. QS Az-Zumar ayat 65: "Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi."

Mendambakan Keturunan yang Sholeh dan Sholehah



Anak yang sholeh/sholehah adalah merupakan dambaan semua orang, karena justru anak yang sholeh/sholehah ini merupakan kader masa yang akan datang.
Anak yang sholeh/sholehah pada umumnya dilahirkan dari rahim – rahim keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah cukup sandang, pangan dan papan dengan dibarengi dengan pendidikan - pendikan dan pengajaran yang memadai.
Tidak terkecuali semua rumah tangga mendambakan putra/putri yang sholeh – sholehah oleh sebab itulah perlu diperhatikan beberapa proses mencari calon istri ataupun suami dari bibit yang unggul, yakni keturunan yang baik – baik sesuai dengan hadits Rasullah SAW yang diriwayatkan oleh sahabat Muslim sebagai berikut :
Hadits Rasullah SAW Artinya : Wanita/laki dinikahi karena 4 (empat) faktor yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya, pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (H.R. Muslim)
Dari Ke 4 (empat) macam ini yang sangat diutamakan dan yang harus diawal dipilih ialah dari sisi Agamanya, tidak hanya bahagia dunia tapi juga bahagia di akhirat kelak, karena Agamanya menentukan kehidupan yang sakinah, mawadah dan warahmah. Banyak pengalaman memilih istri/suami yang mungkin beda agama, di ujung rumah tangganya banyak berada di persimpangan jalan dan pada gilirannya tidak sedikit banyak korban cerai dan menderita sanak selingkarnya.
Agama sangat mewarnai kehidupan baik perorangan, keluarga dan masyarakat, karena agama adalah aturan – aturan dari Allah SWT yang diturunkan kepada para Nabi – nabiNya sebagai pedoman hidup umatnya dalam segala hal.

3 Faktor Penentu Keberhasilan Pendidikan Anak

  Januari 13, 2016

3 (tiga) faktor ini sangat mewarnai corak dalam memberi dasar fondamen bagi anak – anak hingga perkembangan jasmani dan rohaninya :
1. Pendidikan Rumah Tangga
Awal pertama kali memberikan pondasi dasar /asas bagi anak, dari rumah tangga itulah, potret masa depan anak. Oleh sebab itu, ciptakan rumah tanggamu yang sakinah, mawadah dan warahmah, yakni surga seperti yang disabdakan Nabi Muhammad SAW yang artinya : Baitii Jannati (rumahku adalah surgaku).
Segala sesuatu yang ada dalam rumahnya harus menjurus kepada pembentukan rohani jasmani si anak. gambar, hiasan, pot bunga, benda lainnya bahkan lagu – lagu dalam nyanyian apa – apa yang didengarnya harus merupakan alat untuk pendidikan pengajaran si anak.

2. Pendidikan Sekolah
Diharapkan para orang tua mencari pendidikan/sekolah dasar yang memadai untuk dapat mencerdaskan mereka dan belajar tanggung jawab serta memiliki akhlaqul karimah. Anak belajar beradaptasi dengan anak – anak yang lain, yakni di sekolah, di masyarakat, pendidikan sudah terbentuk warna kelak bagi si anak. Tentu saja diharapkan pendidikan yang bernafaskan agama.
Sejak usia dini, dasar, menengah sampai dengan sekolah/perguruan tinggi diharapkan sudah harus dalam pembentukan pribadi – pribadi sebagai harapan masa yang akan datang, bahkan sudah tergambar potret masa depannya kelak.

3. Pendidikan lingkungan
Lingkungan juga ikut mewarnai dalam pribadi anak oleh sebab itulah dalam membangun rumah tangga hendaklah mencari tempat – tempat/lahan – lahan dan lingkungan – lingkungan yang memadai yang bernuansa agama seperti adanya madrasah, surau dan masjid, syukur bila berdekatan dengan Majlis – majlis Ta’lim. Biasanya masyarakat sekitarnya pun cukup baik ikut mendukung berkembangnya pendidikan dan pengajaran yang baik dan pergaulannya pun harus terkontrol, terawasi, diharapkan membawa kearah yang positif yang membangun.

Cara Mendidik anak (Yang Diajarkan Para Hukama)



Jika anak dibesarkan dengan celaan, Ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, Ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, Ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, Ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan sebaik – baiknya perlakuan, Ia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, Ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
Maka perlu anak dibekali agama dengan sejumlah contoh teladan yang terpuji.

Khusnul Khotimah

Januari 14, 2016 

Umumnya orang Islam menghendaki di penghujung hayatnya Khusnul Khotimah (baik dan mulus akhirnya) merupakan dambaan semua orang Islam di dalam hidupnya kelak di penghujung hayatnya mengharapkan khusnul khotimah karena kita semua pasti akan mati.
Ada 4 I + 1 A, yakni : Iman, Islam, Ihsan, Ilmu, dan Amal yang merupakan modal dasar, awal pertama kali yang harus dimiliki oleh semua orang khususnya yang beragama Islam. Agar dalam menghadapi kehidupan di dunia ini tidak hanya untuk sekedar hidup bahagia dunia saja, karena nanti ada kehidupan akhirat yang kekal abadi setelah melalui terminal mati.
Perlu bagi seseorang punya iman yang kuat karena merupakan modal dasar dari satu kehidupan. Ibarat bangunan merupakan pondasinya yang harus kuat, kokoh, dan tangguh. Apapun yang dihadapi aral rintangan sekalipun, beban berat apapun harus dapat ditanggulanginya.
IMAN:
1. Percaya kepada Allah SWT
2. Percaya kepada Malaikat-Malaikat Nya
3. Percaya kepada Kitab-Kitab Nya
4. Percaya kepada Nabi-Nabi Nya
5. Percaya kepada adanya Qada dan Qadar
6. Percaya adanya hari akhirat (hari kiamat)

ISLAM: artinya damai atau selamat. Rukun Islam ada 5 (lima) yakni :
1. Membaca dua kalimat syahadat
2. Mendirikan sholat lima waktu
3. Berpuasa pada bulan ramadhan
4. Mengeluarkan zakat
5. Melaksanakan ibadah haji ketanah suci Al – Mukarramah (bila mampu)

Al IHSAN:
Sebagai modal dasar pembangunan manusia seutuhnya yang merupakan juga sebagai modal dasar untuk memperindah, mempertajam, serta melekat erat mendasar terhadap pengamalan Islam hingga tidak bisa tergoyahkan bahkan lebih indah, lebih dalam dan lebih tajam seperti halnya karang yang diujung pulau setiap kena hempasan ombak dari depan, samping kiri dan kanan bukan menjadi tumpul tetapi semakin menajam, meruncing, atau sebagaimana pohon yang ada di tengah gurun pasir atau ladang belantara, setiap kena hempasan angin kencang dari belakang, depan, samping kanan kiri, pohon tadi tidak tumbang tetapi akarnya semakin masuk ke dalam petala bumi.

ILMU:
Merupakan modal dasar untuk lebih meyakinkan lahir dan bathin untuk tidak mudah goyah dan selalu akan berkesan, lebih beristiqomah di dalam melaksanakan modal-modal dasar Iman, Islam, dan Ihsan. Ilmu tanpa iman tidak ada arti dan Iman Islam Ihsan tanpa ilmu hambar dan tercela (madzmum).

AMAL:
Puncak dari semua modal dasar karena Iman, Islam, Ihsan dan Ilmu tanpa diamalkan seperti air yang tumpah di atas pasir tiada bekas dan kesan apapun. Amal inilah sebagai penilaian terakhir oleh Allah SWT dan amal inilah yang bisa meningkatkan derajat manusia juga bisa menjatuhkannya.
Amal inilah sebagai kaca perbandingan, akhir dari semua 4 I+ 1 A ini. Hadits yang diriwayatkan oleh Attabrani : Rasullah SAW, bersabda :
“Tidaklah diterima iman seseorang, bila tidak disertai amalan / perbuatan, dan tidaklah diterima amalan / perbuatan, bila tidak disertai iman.”

Peran Suami Istri dalam Rumah Tangga



QS An-Nisa ayat 34 :
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya : Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Suami sebagai kepala rumah tangga bertanggung jawab penuh lahir dan bathin berhasilnya membangun sebuah rumah tangga sangat – sangat tergantung kepada kebijakan suami sebagai kepala rumah tangga. Suami menentukan kebahagian lahir dan bathinnya, oleh sebab itulah secara tegas dalam surat Annisa ayat 34.
Oleh sebab itulah dalam islam tuntunan, warisan laki – laki mendapat 2 (dua) bagian sedangkan istri mendapatkan 1 (satu) bagian. Apapun yang dilakukan seorang suami terhadap istrinya harus dapat dipenuhi, dilaksanakan sepanjang tidak melewati hukum yang telah digariskan oleh Agama. Laki – laki boleh menikah dengan wanita pilihan yang lain meskipun beda Agamanya, sedangkan wanita muslimah tidak boleh menikah dengan laki – laki pilihan yang beda Agama.
Ada 4 (empat) kewajiban pokok agama yang harus dilakukan seorang istri sesuai sabda Nabi Muhammad SAW antara lain :
1. Seorang istri harus selalu mendirikan sholat 5 (lima) waktu, kecuali bila berhalangan.
2. Seorang istri harus melaksanakan ibadah puasa Ramadhan secara penuh, kecuali bila berhalangan/sar’i harus segera diqodho.
3. Seorang istri harus taat kepada suaminya sepanjang tidak melanggar aturan agamanya.
4. Seorang istri harus menjaga kehormatannya sepanjang hayat masih di kandung badan.
Dikatakan oleh “Rasullah SAW, bila ke 4 (empat) dapat dipenuhi, beliau mengatakan masuklah hai kaum istri kedalam surganya Allah dari pintu mana saja yang kamu kehendaki.
Disamping ke 4 (empat) kewajiban pokok Agama ada kewajiban – kewajiban lain yakni:
1. Istri sebagai seorang ibu, sebagai seorang pendidik sebagai seorang guru (digugu dan dirungu) , dan di bawah telapak ibulah ditentukan surganya. Karena itulah selalu menjadi contoh teladan, pioner dalam rumah tangganya agar selalu menciptakan situasi kondisinya yang mengembirakan yang hidup, yang segar dan asri.
2. Seorang istri kunci, pondasi, pendidikan putra – putrinya di masa yang akan datang. Masa depannya sangat diwarnai oleh peran – peran di rumah tangga.
3. Seorang istri bersama suami harus mampu menciptakan kondisi yang menyenangkan yakni, menciptakan surga didalam situasi apapun.
Secara umum yang harus dilakukan suami istri dalam rumah tangga yang sakinah, mawadah dan warahmah ada beberapa persyaratan – persyaratan lainnya yang harus dilakukan oleh suami istri antara lain :
1. Harus saling mengerti
a. Mengerti latar belakang dari masing - masing
b.mengerti diri sendiri, siapa aku, dari mana aku, dan mau kemana aku…….(man ana, wamin aina, waila aina).

2. Harus saling menerima
a. terimalah dia sebagaimana apa adanya (nerimo)
b. terimalah hobby dan kesenangannya (tentunya yang baik – baik)
c. terimalah keluarganya, apa adanya.

3. saling menghargai
a. menghargai perkataan dan perasaannya yakni, pendapatnya
b. bakat dan keinginannya yakni, cita - citanya
c. menghargai keluarganya, apa adanya

4. Harus saling mempercayai
a. percaya akan pribadinya
b. percaya akan kemampuannya, yakni kelebihan - kelebihannya

5. Harus saling mencintainya
a. mencintai dan menyayanginya sepanjang hayat dkandung badan
b. lemah lembut dalam bicara/berahlakul
karimah
c. selalu menjaga kelestariannya.
d. jangan coba – coba membanding – bandingkan dengan yang ia tidak suka.

5 (lima) hal yang bila dilihat oleh siapapun dan kapanpun akan mendapatkan pahala berlimpah apa lagi bila mana mengamalkan atau menjalankan sebagaimana mestinya :
1. Melihat Ka’bah
Hanya melihat Ka’bah di Masjidil Haram Mekkah Al – Mukarramah mendapat pahala besar,apalagi bila melaksanakan Thawaf, Sholat dan Berdo’a akan mendapatkan pahala – pahala dan mendapatkan beberapa derajat dari Allah SWT (hadits Rasullah SAW.)
2. Melihat Kitab Suci Al – Qur’an
Mendapatkan pahala besar apalagi bila dapat membacanya, berlebih – lebih mengerti artinya dan mengamalkannya akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT.
Banyak membaca Al – Qur’an merupakan syarat mutlaq, keberkahan dalam berumah tangga dengan diiringi sholat – sholat sunnah. Maka dianjurkan setiap muslim/mukmin dalam rumah tangganya harus mempunyai Al – Qur’anul Karim sebagai kitab sucinya
3. Melihat Bapak/Ibunya baik kandung ataupun mertua
Hal ini akan mendapatkan pahala besar, berlebih – lebih menghormatinya, menyantuninya, sebaik mungkin, menghindari ucapan – ucapan yang menyakitkan akan dilipat gandakan pahala dan keberkahan – keberkahan dalam rumah tangga.
4. Melihat guru, ustadznya atau siapa saja yang berjasa memberikan kecerdasan (suami/istri) akan mendapatkan pahala besar, berlebih – lebih mengamalkannya apa – apa yang diajarkannya akan mendapatkan pahala dan keberkahan dalam rumah tangganya.
5. Saling melihat suami istri pandang memandang, suami/istri mendapatkan pahala besar, berlebih – lebih menghormatinya, menyantuninya dan ataupun memberikan nafkah baik lahir maupun bathin akan mendapatkan pahala yang besar dan keberkahan yang tidak putus – putusnya.
Dari rumah tangga Sakinah, Mawadah dan Warahmah, inilah akan melahirkan kader-kader bangsa, pemimpin-pemimpin umat yang akan datang yang cerdas dan penuh pengertian membawa rahmatan lil alamin.
Ikhlas inilah penentu segalanya yakni, menerima apa adanya namun bila, ada satu lain hal, mungkin kesalah pahaman hingga menjadi bentrok kurang sepaham atau tidak sepaham maka harus adanya upaya-upaya untuk ingin mencari titik temunya di barengi dengan sholat istiqoroh, jangan sampai selisih paham di tampakkan kepada masyarakat berlebih-lebih ditampakkan kepada anak-anak dan keluarga selingkarnya (wa’asiruhunna bil ma’ruf).
Semoga Bermanfaat


5 Filosofi Kehidupan

Januari 29, 2016 

Disampaikan pada khutbah Jumat, 29 Januari 2016 di Masjid Baitushshidqi sbb;
Menurut sahabat khulafaurrosidin, Abu Bakar Ash Shidiq.
Bahwa ada 5 jenis kegelapan yang menjadikan pekatnya kehidupan manusia, namun kegiatan itu dapat dinirnakan oleh 5 macam cahaya;
1. kegelapan karena terlalu cinta dunia, dan cahaya yang menyinarinya adalah TAQWA.
2. kegelapan karena dosa, dan cahaya yang menyinarinya adalah TOBAT
3. kegelapan dialam kubur, dan cahaya yang menyinarinya adalah KALIMAT TAUHID "LAAILAAHAILLALLAH"
4. kegelapan di akhirat, dan cahaya yang menyinarinya adalah AMAL SHOLEH
5. kegelapan melewati shirotol mustaqim, dan cahaya yang menyinarinya adalah KEYAKINAN KEPADA ALLAH SWT.

Kesalahan Adab Sholat yang Sering Kita Lakukan



Adabus Sholat ialah akhlaq dalam sholat yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW baik pada pelaksanaan sholat munfarid (sendiri) atau sholat berjamaah.
Adabus sholat ini banyak diabaikan, padahal merupakan kesempurnaan dalam sholat, dan dapat mengurangi pahala berjamaahnya, bahkan bisa berakibat membatalkan sholatnya.
1. Memberitahukan Imam, karena kelupaan/kelewatan rukun sholat maka makmum yang paling terdepan, segera memberitahukan dengan mengucapkan bacaan “Subhanallah” satu kali, sampai dengan tiga kali, si Imam harus segera koreksi diri apa yang tertinggal dan langsung menyempurnakannya.
Bila diingatkan oleh “makmum” sampai dengan tiga kali si imam tidak juga menyadari, maka melanjutkan/membetulkan sendiri dan terus mengikuti imam selanjutnya.
Bila imam dalam bacaannya salah atau keliru, makmum wajib membetulkan dengan mengucapkan ayat yang salah atau keliru terhadap ayat yang keliru atau salah, oleh sebab itu sangat dianjurkan untuk shaf depan, terutama dibelakang imam adalah jamaah/makmum yang lebih tahu bacaan ayat – ayat Al – Qur’an (yang lebih a’lim) dari jamaah lainnya.
2. Bila surat yang dibaca oleh imam cukup panjang, padahal makmum ada yang ingin cepat/terburu – buru takut ketinggalan pesawat, kereta api atau keperluan yang sangat mendesak, makmum dapat mendahului gerakan/rukun – rukun yang dilakukan imam yakni makmum dapat melaksanakan sholat sendiri (munfarid), seperti halnya bila si makmum ketinggalan.Jamaah atau para makmum, harus selalu bersama dengan si imam (mengikutinya) secara tertib, tidak boleh mendahului. Makmum berkewajiban mengikuti bacaan – bacaan atau surat - surat yang dibaca imam, dengan seksama.
3. Bila dalam kebingungan atau keraguan sudah dibaca atau belum, ambil baca kembali fatihah – nya meskipun pada hakikatnya sudah baca fatihah dan suratnya, agar tetap ulangi kembali.
4. Batas jamaah yang masbuk/ketinggalan berjamaahnya dibatasi apabila makmum tidak dapat mengikuti pelaksanaan ruku’ yang dilakukan imam, makmum ketinggalan satu raka’at atau dua raka’at, maka yang membatasi adalah pelaksanaan ruku’.
5. Apabila imam sholat batal atau sakit ditengah pelaksanaan yang bisa merusak ke jamaahan atau batal, imam dapat mengundurkan diri, wajib bagi makmum yang di belakangnya segera ambil tindakan melangkah ke depan menggantikannya sebagai imam, untuk melanjutkan pelaksanaan jama’ahnya.
6. Jawaban bagi yang tengah melaksanakan sholat bila jamaah ada yang dipanggil dari luar yang bersangkutan sedang sholat sendirian (munfarid) atau mungkin berjamaah maka baginya wajib memperkeras bacaannya saat itu, (dikeraskan bacaannya), untuk memberikan tanda bahwa yang bersangkutan tengah menyelesaikan sholatnya.
7. Bila melaksanakan ruku terakhir, yakni salam menghadap kekanan dan kekiri ucapkan Assalamu’alaikum Warahmatulloh dengan suara yang sedikit keras dengan mamalingkan wajah ke arah kanan dan ucapkan Assalamu’alaikum Warahmatullah kembali sambil memalingkan wajah kearah kiri dengan suara pelan.
Namun pada pelaksanaan sholat jenazah pada takbir keempat, yakni memalingkan arah kekanan ucapan salamnya lengkap Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh demikian pula memalingkan kearah kiri dengan ucapan salamnya yang lengkap pula.
8. Pada raka’at ketiga pada sholat maghrib dan pada raka’at ketiga dan keempat pada sholat isya, imam membacakan bacaannya dengan suara pelan kitapun bacaannya tidak dinyaringkan harus pelan dan bila makmum mengeraskan suaranya (bacaannya) maka ia makruh, yakni tidak boleh dikeraskan/dinyaringkan.Yang utama jangan sampai mengganggu jama’ah/makmum yang lain.
9. Mengambil Raka’at yang jumlahnya sedikit bila Mussholi (orang yang tengah sholat) dalam keraguan jumlah raka’at yang sudah dikerjakan dua raka’at atau masih satu raka’at? Maka segera kerjakan/dirikan satu raka’at atau ragu sudah dikerjakan dua raka’at atau tiga raka’at, maka segera laksanakan dua raka’at dan begitu seterusnya.
10. Keadaan bilal (makmum membantu Imam mengeraskan suara).
Apa yang diucapkan imam boleh jadi suaranya sangat lembut/pelan padahal jama’ah cukup banyak, maka salah satu jama’ah boleh bertindak membantu menirukan suara imam dengan keras terutama pada setiap perpindahan satu rukun kerukun berikutnya.
Umpamanya pada takhbiratul ihram, imam mengucapkan Allahu Akbar, makmum dengan suara keras mengucapkan “Allahu Akbar” dan sebagainya.
Dan bagi makmum lainnya, sunnah mengucapkan dengan suara pelan Allahu Akbar. Demikian pula pada setiap penggatian satu rukun ke rukun berikutnya, ditirukan oleh makmum dengan suara pelan (tidak nyaring).

Adab Solat Jumat



Adab Sholat Jum’at :
  1. Usahakan sebelum khatib naik mimbar, yakni adzan kedua diharapkan jama’ah sudah berdatangan, jangan menunggu – nunggu.
  2. Masuk masjid langsung melaksanakan sholat tahiyatul masjid dua raka’at, dan menunggu sampai khotib naik mimbar.
  3. Ditengah – tengah khotib berkhutbah, jangan sampai ada yang berbincang – bincang/ngobrol, harus mendengarkan khutbahnya dengan seksama.
  4. Bila imam mengakhiri sholat jum’atnya, lakukanlah beberapa saat untuk berdzikir (bacaan yang perlu dan doa – do’a).
  5. Sebelum meninggalkan masjid/setelah sholat do’a – do’a(dzikir) lakukanlah sholat “ba’diyah jum’at” dua raka’at, yang merupakan sholat sunnat muakkadah, selalu dilakukan oleh Rasullah SAW dan para sahabat – sahabatnya.
  6. Perbanyak salam – salaman antar sesama jama’ah dan saling berwasi’at, serta maaf memaafkan.
  7. Hari jum’at, sore jum’at, malam jum’at dan siang jum’at adalah waktu – waktu terbaik untuk memperbanyak beramal beribadah karena sesungguhnya hari jum’at itu adalah hari terbaik (saiyidul ayyam) dibandingkan dengan hari – hari yang lain.
  8. Hari jum’at, jadikanlah sebagai
    • hari peningkatan berama
    • hari peningkatan berprestasi
    • hari peningkatan beribadah bersilaturahmi berslam – salaman (Tasafuh) dan lain – lain
  9. Sebelum melaksanakan ibadah sholat jum’at lakukanlah :
- Mandi seluruh badan seperti (mandi junub)
- Pakaian putih – putih dan memakai wangi – wangian
- Lebih bertaqarub mendekatkan diri dengan Allah SWT dengan penuh optimisme (Husnuzon), hindari su’udzon (buruk sangka).

Belajar Ikhlas

Februari 1, 2016 

Yang diterima disisi Allah SWT adalah perbuatan yang Ikhlas, betapa sulitnya untuk berbuat ikhlas, namun kita harus berusaha bekerja, berbuat ikhlas karena Allah semata.
apapun yang kita lakukan, dari mulai niat dan sampai dengan pelaksanaan, apa yang akan diperbuat harus karena Allah semata.
Hadits riwayat Abu Dawud Rasul Allah bersabda :
Artinya :
“Barang siapa yang memberi sesuatu karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah dan menikah karena Allah maka sempurnalah imannya” (HR. Abu Dawud)
Ikhlas merupakan pangkal keberhasilan, pada dirinya tiada beban karena apa – apa yang dikerjakannya semata – mata karena Allah, tidak ada pamrih, tidak mengharapkan pujian, sanjungan dari siapapun.
Yang penting utama dan pertama harus dikerjakan perbuatan tersebut dengan kesungguhan, tidak asal – asalan dan niatnya karena Allah.
Amal tersebut baik berhasil, atau kurang berhasil, dari sisi agama tetap dinilai ibadah dan berpahala karena pangkalnya niat ikhlas. Bila berhasil sesuai tujuan maka baginya mendapat dua pahala.
Bila kurang berhasil atau tidak berhasil baginya mendapatkan satu pahala. Hadits ucapan Rasul Allah SAW yang cukup panjang, dan yang tertera disini ujungnya dari hadits tersebut : Artinya :
“Setiap segala sesuatu perbuatan itu harus selalu diiringi dengan niat, dan segala sesuatu itu tergantung bagaimana niatnya.”
Dan niat itu pangkal keberhasilan yang diawali dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim.
Agar langkah demi langkah dalam melaksanakan pekerjaan atau tugas memiliki nilai – nilai ibadah dan pahala, minimal 5 (lima) syarat ada yang harus dipenuhi dan dilaksanakan yaitu:
1. Niat ibadah semata – mata karena Allah
2. Dilaksanakan pekerjaan tersebut dengan penuh kesungguhan, sesuai dengan aturan – aturan yang telah ditetapkan dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim
3. Selalu fokus
4. Sesuai harapan/tujuan yang ditetapkan
5. Berdo’a dan bertawakal kepada Allah SWT
(diakhiri pekerjaan dengan ucapan Al – Hamdulillah).
Hadits Riwayat Attabrani dan Rasul Allah SAW bersabda : Artinya :
“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak memandang postur tubuhmu dan tidak pula pada kedudukan maupun harta kekayaanmu, tetapi Allah memandang pada hatimu (kebersihan dan ketulusan hatimu)”
“Barang siapa yang memiliki hati yang sholeh maka Allah menyukainya. Bani Adam yang paling dicintai Allah ialah yang paling bertaqwa.”
Hati atau Qalbu, perlu dipelihara, dibersihkan dan dibiasakan dengan mengucapkan kalimat – kalimat mahmudah agar tetap berfungsi dan berperan agar memproyeksikan hal – hal yang hasanat pula. Hatinya bersih pasti ucapannya bersih dan pasti amal – amal perbuatannya pula bersih.
Kalimat – kalimat mahmudah (terpuji yang dianjurkan agama antara lain :
Subhanallah wal – hamdulillah walaa ila haillallah Allah Akbar, astagfirullah hal adzim dst…
Allah berfirman dalam surat Al A’la : 14 – 19
Surat Al-A’la Ayat 14
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),”
Surat Al-A’la Ayat 15
وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ
“dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.”
Surat Al-A’la Ayat 16
بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.”
Surat Al-A’la Ayat 17
وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
“Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.”
Surat Al-A’la Ayat 18
إِنَّ هَٰذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰ
“Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,”
Surat Al-A’la Ayat 19
صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ
“(yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa”

Puisi Tentang Rasulullah Sholallahu 'Alaihi Wassalam

Halimah Alaydrus Disampaikan oleh Syarifah Soraya Alhaddad -Guru Hafalan Quran- MTs PKP JIS- Anakku.. Aku mengingatkanmu tentang sebuah fajar Fajar terindah dalam sejarah Fajar kelahiran sang nabi Fajar kala sungai-sungai yang semula mengering kembali mengalirkan air, Kala bunga-bunga bermekaran meski belum waktunya.. Kala api sesembahan kaum persi padam seketika padahal ia adalah api abadi yang tak pernah padam ribuan tahun lamanya, dan kala berhala-berhala kaum romawi tanpa angin, badai ataupun gempa bumi semuanya ditemukan hancur berkeping di waktu fajar fajar hancurnya kemusyrikan fajar terbitnya hidayah fajar bermulanya sinar keimanan ya... betul anakku.. fajar lahirnya Nabimu Muhammad SAW fajar senin, 12 robiul awwal 571 masehi.. Anakku.. Bayi mungil yang diberi nama Muahmmad itu keluar dari rahim bundanya Aminah binti wahab tanpa darah menyertainya, tanpa air-air kotor bersamanya.. ia seperti turun dari langit dan bukan keluar dari rahim wanita layaknya. Saat keluarnya, bayi mungil itu tersungkur sujud kepada Tuhannya.. luar biasa.. Syaffa ibunda Abdurrahman bin auf yang membidaninya berkata : “ Aku angkat bayi itu, dan lihatlah..!! Jari telunjuknya menunjuk ke arah langit tali pusarnya telah terputus sempurna, dia sudah berkhitan.. dan duhai.. celak mata telah menempel di matanya yang indah...” bayi itu istimewa calon nabi paripurna Anakku.. Nabimu Muhammad SAW tumbuh cepat luar biasa. Ia telah mampu bicara di usia baru beberapa bulan saja, Ia berjalan di usia 6 bulan dan ia ikut menggembala kambing bersama saudara-saudara sesusunya di usia satu tahun.. hampir 4 tahun ia tinggal bersama keluarga halimah assa’diyah yang telah menyusuinya hingga ia dikembalikan kepada bunda tercinta setelah kejadian pembelahan dada namun 2 tahun kemudian di usia 6 tahun bundanya meninggal dunia di abwa iapun bersama sang kakek 2 tahun sampai wafatnya dan ia lalu bersama keluarga abu thalib pamannya yang hidup dalam kesulitan.. Anakku.. nabimu tak selalu beruntung hidupnya.. Tuhan mengajarkannya makna perjuangan Maka anakku.. Ikuti nabimu Berjuanglah, dan Jangan mudah menyerah.. Anakku.. Tahun demi tahun berlalu untuk nabimu Muhammad SAW Ia dikenal jujur, dan dapat dipercaya Menggembalakan kambing membantu ekonomi keluarga Sesekali ikut membawakan barang dagangan bersama kafilah yang yang berniaga hingga kala usianya mencapai 25 tahun datanglah pinangan dari putri khuwailid, seorang janda kaya bernama khadijah. Yang meski usianya lebih tua 15 tahunnya, khadijah dikenal dengan kecantikan, kekayaan dan harga diri yang membuat semua lelaki quraisy tak akan menolak pinangannya. Nabi Muhammad pun menikah dengannya. Dari khadijah Ia dikaruniai 6 orang anak Qasim dan Abdullah keduanya meninggal di usia balita Ruqayyah, fatimah, ummi kaltsum dan zainab Putri2 beliau yang kesemuanya beriman kala sang ayah diutus Allah nantinya Anakku.. Usia nabi kala itu 40 tahun kala wahyu pertama Ia terima, di gua hiro tepatnya tempat beliau mengasingkan diri dari kehidupan kaum jahiliyyah jika suatu saat kau sampai di gua itu, kau akan tahu dari atas sana tampak kecil kota mekkah dan penduduknya.. membuat Nabi Muhammad mampu meliahat segala sesuatu dengan lebih bijaksana Hingga suatu hari kala dia tengah berada di gua hiro seorang diri Malaikat jibril datang padanya dengan surat alalaq pertama sampai kelima; ( bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan (1 ) dia mencipta manusia dari segumpah darah (2 ) bacalah dengan nama Tuhanmu yang mulia (3 ) Dia telah mengajarkan manusia dengan pena ( 4) mengajari yang tak diketahui sebelumnya (5 ) ) Anakku.. Nabi menyampaikan syariat islam dan kerosulannya kepada kaum quraisy Diantara mereka ada yang beriman seperti abu bakar, utsman bin affan, ali bin abu thalib, zaid bin haritsah dan istri tercintanya Khadijah Namun tak sedikit pula yang ingkar bahkan menghalangi dakwahnya Tahun-tahun pertama berisi Gangguan dari mereka bahkan mereka bersepakat untuk menyingkirkannya.. anakku.. berharap perlindungan iapun memutuskan hijrah ke thoif bersama zaid bin haritsah. ternyata sia-sia, disana mereka yang diharap membelanya justru berbalik mencacinya.. mengolok-olok, bahkan mereka memerintahkan anak-anak kecil mengejarnya, melemparinya dengan kerikil sembari meneriakkan kalimat-kalimat hina: muhammad gila.. begitu kata mereka.. namun ia sabar, ia teguh, ia tegar dihadapi semuanya dengan kekuatan doa : “ ya Allah... apapun yang terjadi, selagi Engkau tidak murka padaku.. maka aku tak peduli.. “ Anakku.. Di tahun ke 13 dari kenabian beliau diperintahkan hijrah ke madinah bersama sang sahabat pilihan Abu bakar RA Di sana Ia menyusun kekuatan Pasukan demi pasukan dihantar ke medan perang Sejarah menorehkan kehebatan pasukan islam di badar, khaibar, khandak dan lainnya kabilah-kabilah arab tunduk dan masuk islam dalam damai surat-surat ajakan dakwah dikirim kepada raja2 melalui utusan Islam tersebar di semenanjung arab dan sekitar Dan mekkah ditaklukkan 8 tahun kemudian Tanpa perang dan pertumpahan darah Islam berjaya Menguasai dunia Anakku.. Tahun ke 10 nabimu haji Bersama 240.000 sahabat bersamanya Diberinya nama haji itu haji wada ( perpisahan ) Sebuah isyarat akan dekatnya masa kepulangan Pulang kepada Dia yang darinya nabi diutuskan Anakku.. Hanya berselang sekitar 3 bulan dari haji, ia jatuh sakit.. mendung bergelanyut di seluruh kota madianah.. Seluruh sahabat berduka. Dan anakku.. robiul awwal tahun ke 11 dari hijrah, di hari senin kala itu.. Mendung di langit tak mampu mewakili mendung hati mereka Dan air matapun tumpah ruah membanjiri kota Nabi Muhammad wafat meninggalkan sejarah indah manusia tanpa cela, Nabi termulia, Pribadi sempurna meninggalkan untuk kita ajarannya untuk kita pegang dan pertahankan selama hayat di kandung badan Anakku.. Namun hakikatnya Nabimu selalu hidup di sana Menatapmu meski tak kau tahu Dan menunggu... Hingga engkau mengulurkan tangan datang padanya Dan Ia akan menyambut uluranmu dengan penuh suka cita Anakku.. Bahagiakan Ia di sana dengan ketaatanmu Dan jangan lukai hatinya dengan durhakamu.. Hidupkan nabi dalam hatimu Cintai Ia semampumu mencintai seseorang Dan Ia akan membalas cintamu dengan kasih sayang Disyafaatinya engkau dan digandengnya tanganmu masuk surga